Pantai Anyer dari Masa ke Masa

Kebanyakan dari kita mengenal pantai Anyer sebagai salah satu tempat pelarian dari hiruk pikuk kesibukan di ibu kota. Karena jaraknya yang hanya sekitar 3 jam saja, lokasi ini memang sangat pas untuk sekedar melepas penat di akhir pekan sebelum masuk ke awal pekan lagi yang dipenuhi dengan berbagai aktifitas. Saya sendiri juga termasuk orang yang cukup sering pergi ke Anyer. Paling tidak sebulan sekali saya sempatkan ke sana.

Selentingan Miring tentang Anyer

Tidak ada alasan khusus seperti ada memori tersendiri di pantai Anyer atau semacamnya. Saya hanya menyukai suasananya. Tapi sayang, sekarang ini banyak selentingan negatif tentang pantai Anyer ini. Yang paling santer adalah tentang akses yang terbilang kurang memadai untuk bisa sampai ke sana.

Kita semua tahu bagaimana jalan untuk mencapai lokasi pantai terbilang rusak. Memang pemerintah daerah sudah melakukan perbaikan namun sifatnya hanya menambal saja. Apakah kondisi jalan rusak tersebut memang sudah dari dulu seperti itu? Karena penasaran, saya pun mencoba mencari tahu tentang pantai Anyer ini di masa yang lalu dan mencoba saya bandingkan dengan kondisi Anyer di masa kini.

Jalan raya anyer dulu

Anyer Jaman Dulu dan Sekarang

Sejarah Pantai Anyer sangat erat hubungannya dengan jaman Gubernur Jenderal Daendels. Buat kalian yang masih ingat mata pelajaran sejarah, kalian mungkin masih ingat bagaimana sang gubernur jenderal punya sebuah ide yang sangat ambisius saat itu. Ya, idenya adalah untuk membuat jalan pos yang menghubungkan Anyer dan Panarukan. Jika bukan karena ide dari Gubernur Jenderal Daendels, mungkin Anyer tidak ramai dikunjungi seperti sekarang ini.

Adanya akses jalan tersebut yang membuat orang-orang mulai berdatangan di Anyer. Dan saya menemukan bahwa kawasan Pantai Anyer ini tadinya merupakan sebuah kawasan pantai yang sangat indah dengan pasir putihnya. Tapi sekarang ini, seperti yang kita bisa lihat sama-sama, kawasan pantai ini bisa dibilang mulai terlihat kotor. Yah, kalau mau dicari penyebabnya, kita jangan salahkan Daendels karena membuat jalan yang membuka akses ke Anyer. Tapi kita salahkan diri kita sendiri. Mental kita masih kurang paham tentang pentingnya menjaga kebersihan. Dan sebagai imbasnya, pantai kita menjadi tercemar.

Kemudian, akhir-akhir ini juga saya mendengar selentingan tentang tidak ada yang gratis kalau ingin menikmati Anyer. Semua kawasan Pantai Anyer hanya bisa dimasuki dengan membayar retribusi. Padahal dulunya kawasan Pantai Anyer ini terbuka untuk umum dan gratis. Karena penasaran, saya mencoba untuk mencari tahu tentang hal ini. Dan saya menemukan bahwa ternyata tidak semuanya berbayar. Masih ada beberapa titik di Pantai Anyer yang bisa kita nikmati dengan gratis.

Pantai anyer dari masa ke masa

Dan biasanya titik-titik tersebut belum terlalu banyak diketahui orang sehingga pantainya masih lebih bersih dibandingkan kawasan Anyer yang lainnya. Saya pernah mencoba ke sana dengan bertanya pada penduduk sekitar dan pada supir angkot. Dan akhirnya setelah berjalan selama sekitar 20 menit dari jalan besar, saya pun sampai di lokasi. Dan rasa capai saya pun langsung terbayarkan karena saya bisa menikmati Pantai Anyer seakan-akan berada di masa jaman dahulu saat Pantai Anyer masih “perawan” dengan panoramanya yang asri dan pasirnya yang putih.

Satu hal yang sama dari kawasan Pantai Anyer adalah geliat orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Penduduk di sana didominasi oleh para nelayan yang menggantungkan hidup mereka dari hasil laut. Inilah kenapa di Pantai Anyer terdapat tempat pelelangan ikan untuk menjual hasi laut yang ditangkap oleh para nelayan. Semoga saja Pantai Anyer ini masih bisa terawat di masa depan agar generasi muda nantinya bisa menikmati pantai ini dengan kondisi yang masih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s